
Surabaya, 21 Desember 2025 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Gita Swara Fraternity Choir (GSFC) SMAK Frateran
Surabaya. Setelah sebelumnya sukses meraih Gold Medal di ajang internasional, kali ini GSFC kembali membuktikan kualitas dan konsistensinya dengan menyabet Gold Medal dalam Sounds of the Season Choir Competition (SSCC) 2025 yang diselenggarakan oleh Ciputra World Surabaya pada 20–21 Desember 2025 di Atrium Ciputra World Surabaya.
Ajang SSCC 2025 menjadi panggung bergengsi bagi berbagai paduan suara untuk menampilkan kemampuan musikal terbaik mereka. Di tengah persaingan ketat dan standar penilaian yang tinggi, GSFC tampil meyakinkan dengan performa yang solid, ekspresif, serta penuh kedewasaan musikal, sehingga berhasil memikat dewan juri.
Inisiatif Anggota, Bukti Semangat Juang
Berbeda dengan keikutsertaan pada kompetisi sebelumnya, partisipasi GSFC dalam SSCC 2025 justru lahir dari inisiatif kuat para anggota paduan suara itu sendiri. Semangat kompetisi yang masih menyala menjadi pendorong utama. Tiffany, selaku koordinator GSFC, secara aktif mendorong Ignasius Irwan, konduktor sekaligus pelatih GSFC, untuk segera menyusun jadwal latihan serta mendaftarkan tim dalam kompetisi ini.
Langkah tersebut mencerminkan karakter GSFC yang tidak hanya menunggu arahan, tetapi mampu mengambil inisiatif, berani melangkah, dan siap menghadapi tantangan demi meraih prestasi.
Keputusan Berani di Tengah Padatnya Akademik
Tantangan besar pun tak terelakkan. Jadwal latihan GSFC harus berbenturan langsung dengan penilaian Sumatif Akhir Semester.

Situasi ini menuntut manajemen waktu dan komitmen yang tinggi dari seluruh anggota.
Melalui proses pertimbangan matang dan diskusi intensif antara pelatih, official, serta koordinator, diputuskan bahwa GSFC tetap mengikuti kompetisi dengan prinsip bertanggung jawab secara akademik dan artistik. Para anggota membuktikan bahwa prestasi akademik dan non-akademik dapat berjalan beriringan dengan disiplin dan kerja sama yang baik.
Strategi Repertoar yang Matang
Dalam kompetisi ini, GSFC membawakan dua repertoar unggulan, yaitu:
Zigeunerleben, Op. 29 No. 3 karya Robert Schumann (1840)
Ahtoi Porosh
Pemilihan lagu dilakukan secara strategis. Zigeunerleben kembali dipilih karena telah terbukti membawa GSFC meraih Gold Medal pada ajang KICC sebelumnya. Sementara itu, Ahtoi Porosh dipilih dengan pertimbangan musikal yang kuat, terlebih salah satu juri kompetisi merupakan pengarang lagu tersebut. Hal ini menuntut ketepatan interpretasi, musikalitas, dan kedalaman ekspresi yang tinggi dari para penyanyi.
Prestasi Ganda yang Membanggakan
Kerja keras selama masa persiapan akhirnya terbayar lunas.
GSFC tidak hanya berhasil meraih Gold Medal, tetapi juga memperoleh uang pembinaan sebesar Rp5.000.000 sebagai bentuk apresiasi atas kualitas penampilan mereka. Prestasi ini semakin mempertegas posisi GSFC sebagai salah satu paduan suara pelajar unggulan di Surabaya dan Jawa Timur.
Kado Natal Penuh Makna
Kemenangan GSFC disambut dengan rasa bangga dan haru oleh para orang tua anggota paduan suara. Salah satu orang tua, Mama Tirza, mengungkapkan kebahagiaannya dengan penuh emosi.
“Ini adalah kado Natal terbaik dari anak-anak.”
Ungkapan tersebut mencerminkan bahwa capaian GSFC bukan sekadar prestasi lomba, melainkan buah dari kerja keras, disiplin, pengorbanan waktu, serta kebersamaan yang terjalin erat di antara para anggota.

GSFC Terus Bernyanyi dan Menginspirasi
Keberhasilan ini semakin menegaskan karakter GSFC sebagai paduan suara pelajar yang tidak hanya unggul secara musikal, tetapi juga memiliki inisiatif, keberanian mengambil keputusan, dan semangat juang yang tinggi. Dengan dukungan sekolah, pelatih, orang tua, serta kekompakan seluruh anggota, GSFC terus melangkah maju dan menorehkan prestasi demi prestasi.
GSFC terus bernyanyi, terus berprestasi, dan terus mengharumkan nama SMAK Frateran Surabaya, menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani bermimpi dan berjuang meraih yang terbaik.