PAGUYUBAN PASAR SENIOR: MERAWAT SILATURAHMI, MENGENANG PENGABDIAN, MENJAGA PERSAUDARAAN SEPANJANG MASA

Bagikan Artikel

MALANG, Sabtu, 24 Oktober 2026 — http://Liramediarevolusi.com | Ikatan persaudaraan yang terjalin melalui perjalanan panjang pengabdian kembali mempertemukan keluarga besar Paguyuban Pasar Senior dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pertemuan berlangsung di Lantai 2 Rumah Makan Soto Ambengan, Jalan Patimura No. 9, Malang.

Paguyuban ini terdiri atas para pegawai pensiunan Dinas Pasar Kabupaten Malang serta pegawai aktif dan pensiunan Bidang Pengelolaan Pasar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) Disperindag Kabupaten Malang. Pada kesempatan kali ini, para pegawai yang masih aktif belum dapat hadir karena masih menjalankan kegiatan dan tugas pelayanan di pasar.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Bapak Syakur Kullu, mantan Kepala Disperindag Kabupaten Malang, yang kehadirannya menambah makna tersendiri bagi para peserta. Kegiatan ini diprakarsai dan dikoordinasikan oleh Ibu Dhyah Desianti Puspitasari, dengan semangat sederhana namun bermakna: menjaga silaturahmi agar tidak terputus oleh waktu, jarak, maupun berakhirnya masa tugas.

34 Pasar Daerah Menjadi Jejak Pengabdian
Salah satu kenangan yang menyatukan keluarga besar Paguyuban Pasar Senior adalah pengalaman dan perjuangan dalam membangun, mengelola, serta menjaga keberadaan 34 pasar daerah di Kabupaten Malang agar tetap eksis dan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Kini, meskipun sebagian besar telah memasuki masa purna tugas, semangat pengabdian itu tetap menjadi kenangan yang membanggakan. Masa pensiun bukanlah akhir dari hubungan persaudaraan.

Jabatan Berakhir, Persaudaraan Tetap Terjalin
Suasana akrab dan penuh kenangan mewarnai pertemuan tersebut. Tidak ada lagi sekat jabatan atau perbedaan masa kerja. Yang tersisa adalah rasa persaudaraan.

Karena jabatan boleh berakhir, masa pengabdian boleh usai, tetapi persaudaraan tidak seharusnya berhenti.

Paguyuban Pasar Senior — Satu Pengabdian, Sejuta Kenangan, Persaudaraan yang Tak Lekang oleh Waktu. ( Nanang)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *