
Surabaya – liramediarevolusi.com – Dalam semangat toleransi dan kebersamaan antar umat beragama, Fr. William Satel Sura BHK, S.Pd., MM bersama keluarga besar SMAK Frateran Surabaya menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 kepada seluruh umat Hindu yang merayakan.
Ucapan tersebut menjadi wujud nyata dari nilai-nilai persaudaraan dan penghormatan terhadap keberagaman yang selama ini dijunjung tinggi oleh lingkungan SMAK Frateran Surabaya.
Dalam pesannya, Fr. William mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Raya Nyepi sebagai waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperkuat kedamaian batin.
“Hari Raya Nyepi bukan hanya tentang keheningan secara fisik, tetapi juga kesempatan untuk menenangkan pikiran, membersihkan hati, dan merenungkan perjalanan hidup. Semoga nilai-nilai ini dapat menginspirasi kita semua dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberagaman yang ada di Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat.
Melalui peringatan hari besar keagamaan seperti Nyepi, diharapkan masyarakat semakin memperkuat rasa saling menghargai dan menjaga harmoni sosial.
Keluarga besar SMAK Frateran Surabaya juga berharap perayaan Nyepi tahun ini membawa kedamaian, keseimbangan, serta harapan baru bagi seluruh umat Hindu.
Tidak hanya itu, semangat keheningan dan refleksi diri diharapkan mampu memberikan energi positif bagi kehidupan bermasyarakat yang lebih rukun dan damai.
Perayaan Hari Raya Nyepi yang identik dengan Catur Brata Penyepian—yaitu amati geni (tidak menyalakan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan)—menjadi simbol pengendalian diri yang mendalam dan sarat makna spiritual.
Melalui ucapan ini, SMAK Frateran Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam menanamkan nilai toleransi, cinta kasih, dan persatuan di tengah keberagaman, sebagai bagian penting dalam membangun generasi yang berkarakter dan berjiwa kebangsaan.