
Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Jumat Agung, keluarga besar SMAK Frateran Surabaya menyampaikan ucapan selamat sekaligus mengajak seluruh umat Kristiani untuk merenungkan makna mendalam dari peristiwa wafatnya Yesus Kristus di kayu salib.(3/04/2026)
Kepala sekolah, Fr. William Satel Sura BHK, S.Pd., M.M., dalam pesannya menekankan pentingnya meneladani kasih dan pengorbanan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengutip salah satu ayat penuh makna dari Injil Yohanes yang menggambarkan momen haru saat Yesus di kayu salib.
“Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya sedang berdiri di sana, Ia berkata kepada ibu-Nya: ‘Perempuan, lihatlah anakmu!’ Lalu Ia berkata kepada murid itu: ‘Lihatlah ibumu!’ Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya,” ungkapnya.
Menurutnya, kutipan tersebut bukan sekadar peristiwa historis, melainkan pesan mendalam tentang kasih, tanggung jawab, dan kepedulian antar sesama. Dalam situasi penderitaan sekalipun, Yesus tetap menunjukkan perhatian kepada orang-orang yang dikasihi-Nya.
“Pesan ini mengajarkan kita bahwa kasih sejati tidak mengenal batas, bahkan dalam situasi tersulit sekalipun. Jumat Agung menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat iman, memperdalam kasih, dan mempererat persaudaraan,” tambahnya.
Peringatan Jumat Agung di lingkungan sekolah juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para siswa. Nilai-nilai seperti pengorbanan, keikhlasan, serta kepedulian sosial diharapkan dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik, sejalan dengan visi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pembentukan moral dan spiritual.
Selain itu, pihak sekolah juga mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momen ini sebagai refleksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta meningkatkan semangat pelayanan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat Jumat Agung, SMAK Frateran Surabaya berharap nilai-nilai kasih Kristiani dapat terus hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas.(Red/Adi)