
SIDOARJO – Pedagang melayani pembeli di Pasar Takjil Ramadhan Di buka setiap Bulan suci Ramadhan Bertempat di depan SMPN 1 SUKODONO. Senin (24/2/2026). Pasar Takjil Ramai dikunjungi masyarakat Anggaswangi Sidoarjo saat bulan Ramadhan untuk mencari beraneka ragam hidangan berbuka puasa, seperti gorengan yang dijual Rp4.000 per biji, bubur sumsum Rp15-20 ribu per porsi, dan ayam goreng Rp15-20 ribu per potong.
Menilai bazar takjil selama Ramadhan berpotensi menjadi destinasi ikonik di Anggaswangi Sukodono yang dinanti masyarakat. Menurut dia, potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) takjil selama Ramadhan dari pondok Darul faqih sampai Depan SMPN 1 Sukodono sangat besar dan tidak dapat dipandang sekadar sebagai aktivitas ekonomi musiman.
“Ini penting, agar Ramadhan di Bulan penuh ampunan bulan suci Ramadhan Desa Anggaswangi punya ciri khas ekonomi kerakyatan yang kuat sekaligus efektif mendorong promosi UMKM lokal,
” Warga Anggaswangi Untuk itu, Karang Taruna RW 02 Anggaswangi Sukodono Mas yogik mendorong pemerintahan desa dan dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil yang ada di Menengah Di Anggaswangi Sidoarjo agar mengemas kegiatan bazar Ramadhan secara lebih terstruktur dan berkonsep. Konsep bazar yang terkurasi dan nyaman, kata dia, dapat memberikan nilai tambah, baik bagi pelaku usaha maupun pengunjung.

Selain itu, penataan lokasi berjualan, peningkatan kualitas produk, serta dukungan fasilitas yang memadai juga dinilai penting agar pelaku UMKM tidak hanya menikmati keuntungan jangka pendek, tetapi juga memiliki peluang untuk terus berkembang secara berkelanjutan. Lebih lanjut, warga Anggaswangi menuturkan selain mendorong perputaran ekonomi, bazar bulan suci Ramadhan yang tertata rapi juga dapat memperkuat identita Sidoarjo sebagai kota dengan ekonomi kerakyatan yang dinamis.
Dengan langkah penataan yang tepat, penguatan Dari pengurus kampung RT 01 RT 02 RW 01 Sukodono, Sidoarjo konsep bazar Bulan suci Ramadhan serta dorongan digitalisasi, dia meyakini Ramadhan dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM di Sidoarjo “Dengan digitalisasi, jangkauan pasar lebih luas, transaksi lebih praktis, pencatatan usaha lebih rapi, UMKM bisa lebih berdaya saing, tidak hanya selama Bulan Suci Ramadan, tetapi juga setelahnya,” ungkapnya