Ketika Kesepakatan Dipertanyakan, Panitia Adat Desa Popoh Menanti Ketegasan PTPN I Regional 5 Demi Keadilan Warga

Bagikan Artikel


SIDOARJO LIRA MEDIA REVOLUSI – Selasa (2/6/2026), suasana di Kecamatan Wonoayu tampak berbeda. Sejumlah tokoh masyarakat, Panitia Adat Pribumi Desa Popoh, aktivis LSM LIRA, hingga perwakilan Ormas Pemuda Pancasila PAC Wonoayu berkumpul dalam sebuah konsolidasi untuk membahas nasib pengelolaan lahan yang selama ini menjadi sumber polemik.

Pertemuan tersebut menjadi cerminan kegelisahan masyarakat yang merasa persoalan ini tak kunjung menemukan titik terang. Padahal, berdasarkan berbagai hasil mediasi yang telah dilakukan sebelumnya, hak pengelolaan lahan disebut telah diserahkan kepada Panitia Adat Pribumi Desa Popoh sesuai kesepakatan yang melibatkan para pihak terkait.

Bagi warga Desa Popoh, persoalan ini bukan hanya menyangkut aset tanah. Lebih dari itu, ini adalah soal harga diri masyarakat yang berupaya memperjuangkan haknya melalui jalur musyawarah dan kesepakatan, bukan melalui konflik.

Ketua Panitia Pasar Adat Desa Popoh, Widi, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dan konsolidasi demi menjaga situasi tetap kondusif. Namun ia berharap adanya langkah nyata dari pihak yang memiliki kewenangan atas aset tersebut.

Di tengah situasi yang terus berkembang, dukungan terhadap Panitia Adat juga datang dari LSM LIRA Kabupaten Sidoarjo. Organisasi tersebut menyatakan kesiapannya untuk mengawal persoalan hingga tuntas agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan ataupun diabaikan hak-haknya.

Bupati LSM LIRA Kabupaten Sidoarjo, Winarno, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa penghormatan terhadap kesepakatan merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap proses penyelesaian sengketa.

Sebagai bentuk keseriusan dalam memperjuangkan hak yang mereka yakini, Panitia Adat Pribumi Desa Popoh juga telah memberikan kuasa pendampingan kepada LSM LIRA dan LBH LIRA untuk mengawal seluruh proses penyelesaian sengketa tersebut.

Kini perhatian masyarakat tertuju kepada PTPN I Regional 5. Warga berharap perusahaan dapat segera memberikan keputusan yang jelas dan tegas terkait pengelolaan lahan yang menjadi objek sengketa. Kepastian tersebut dinilai penting agar tidak ada lagi ruang bagi perdebatan, spekulasi, maupun konflik yang berpotensi memecah kebersamaan warga.

Masyarakat Desa Popoh hari ini tidak hanya menunggu sebuah keputusan. Mereka menunggu hadirnya kepastian yang mampu mengakhiri polemik panjang, memulihkan kepercayaan, serta menghadirkan rasa keadilan yang selama ini mereka perjuangkan.
Berdasar fakta yang ditemukan awak media dilapangan, pihak pedagang liar sudah mengingkari dua hasil notulen rapat yang disepakati dan diadakan di balai desa setempat.


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *