Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 Sidoarjo Perkuat Pelestarian Bahasa Daerah di Kalangan Generasi Muda

Bagikan Artikel


Sidoarjo, 3 Juni 2026 – Komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam melestarikan bahasa dan budaya daerah kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 2–3 Juni 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo ini dipusatkan di tiga lokasi, yaitu SMP Negeri 1 Sidoarjo, SMP Negeri 2 Sidoarjo, dan SMP Negeri 4 Sidoarjo.


Festival yang menjadi agenda tahunan pelestarian bahasa daerah tersebut diikuti oleh 560 peserta dari berbagai sekolah di Kabupaten Sidoarjo. Jumlah tersebut terdiri atas 237 peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) dan 323 peserta tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang telah lolos seleksi di tingkat kecamatan maupun satuan pendidikan masing-masing.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mengikuti berbagai perlombaan yang bertujuan untuk meningkatkan kecintaan terhadap bahasa ibu sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra Jawa.

Terdapat tujuh cabang lomba yang dipertandingkan dalam FTBI 2026, yaitu Pidhato, Nembang Macapat, Cerkak (Cerita Cekak), Geguritan, Komedi Tunggal, Mendongeng, dan Aksara Jawa.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pelaksanaan lomba dibagi ke dalam tiga lokasi. Di SMP Negeri 1 Sidoarjo diselenggarakan tiga cabang lomba, sementara di SMP Negeri 2 Sidoarjo dilaksanakan dua cabang lomba, dan dua cabang lomba lainnya berlangsung di SMP Negeri 4 Sidoarjo. Pembagian lokasi tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi peserta sekaligus memudahkan proses penjurian yang melibatkan para praktisi budaya, akademisi, dan pegiat bahasa daerah.


Suasana festival tampak semarak sejak hari pertama pelaksanaan. Para peserta hadir mengenakan pakaian adat maupun busana yang disesuaikan dengan karakter penampilan masing-masing. Pada cabang lomba Pidhato dan Sesorah, peserta menunjukkan kemampuan berbicara dalam bahasa Jawa dengan memperhatikan unggah-ungguh basa yang baik dan benar. Sementara itu, pada lomba Nembang Macapat, para peserta menampilkan kemampuan olah vokal dan penghayatan terhadap nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam tembang tradisional Jawa.
Di cabang lomba Cerkak dan Geguritan, kreativitas peserta dalam merangkai kata dan menyampaikan gagasan menjadi daya tarik tersendiri. Berbagai tema yang diangkat tidak hanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, tetapi juga menampilkan nilai-nilai karakter, kepedulian sosial, kecintaan terhadap lingkungan, hingga penghormatan kepada orang tua dan guru.

Adapun pada lomba Mendongeng dan Komedi Tunggal, para peserta berhasil menghidupkan suasana melalui penyampaian cerita yang komunikatif, menghibur, sekaligus sarat pesan moral.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Sukartini, M.Pd., selaku penanggung jawab kegiatan, dalam sambutannya saat acara pembukaan di Aula SMPN 1 Sidoarjo menyampaikan bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu merupakan program resmi yang dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Menurutnya, pelaksanaan FTBI memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah derasnya pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Bahasa daerah, khususnya bahasa Jawa, merupakan salah satu warisan budaya yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus agar tidak mengalami pergeseran maupun kepunahan.
“Festival Tunas Bahasa Ibu bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan bagian dari program resmi pemerintah yang dilaksanakan secara berjenjang mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa bahasa daerah tetap hidup, digunakan, dan dicintai oleh generasi muda,” ujar Sukartini.


Lebih lanjut, Sukartini menjelaskan bahwa budaya daerah Indonesia, khususnya budaya Jawa, dikenal sebagai budaya yang adi luhung, kaya akan nilai-nilai kehidupan, etika, kesopanan, dan suri teladan yang relevan dalam pembentukan karakter generasi muda. Oleh karena itu, pelestarian bahasa daerah tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga media pewarisan nilai budaya. Di dalamnya terdapat ajaran tentang tata krama, penghormatan kepada sesama, kebijaksanaan, serta norma-norma kehidupan yang telah diwariskan oleh para leluhur selama berabad-abad,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberadaan bahasa daerah di tengah dominasi penggunaan bahasa asing dan bahasa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan. Menurutnya, kemampuan menguasai bahasa asing merupakan hal yang penting, namun tidak boleh mengurangi kecintaan terhadap bahasa daerah sebagai identitas budaya bangsa.


Pada kesempatan tersebut, Sukartini berpesan kepada seluruh peserta agar terus membiasakan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan situasi dan konteks yang tepat. Ia berharap para pelajar dapat menjadi duta pelestarian bahasa daerah di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
“Anak-anak muda hendaknya semakin gemar menggunakan bahasa daerahnya sendiri. Bahasa daerah sarat dengan norma-norma adat ketimuran, nilai kesopanan, penghormatan kepada orang yang lebih tua, serta berbagai kearifan lokal yang sangat penting untuk membentuk karakter generasi bangsa. Jangan sampai kita kehilangan identitas budaya karena melupakan bahasa ibu kita sendiri,” pesannya.
Melalui penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berharap dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa dan budaya daerah sekaligus melahirkan generasi muda yang berkarakter, kreatif, dan berwawasan budaya.

Antusiasme ratusan peserta yang mengikuti kegiatan ini menjadi bukti bahwa bahasa daerah masih memiliki tempat yang kuat di hati generasi muda dan akan terus menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Indonesia.(Edy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *