
Tuban, Liramedirevolusi.com Aksi damai oleh PWI LS ( Pejuang Wali Songo Indonesia Laskar Sabilillah ) terkait perusakan cagar budaya Komplek Sunan Bonang, aksi tersebut di lakukan depan Mapolres Tuban, Senin, 18 Mei 2026 dalam aksinya ketua Koordinator Ainun Naim melakukan orasi pada aksi kali ini di ikuti berbagai elemen elemen umat yang tergabung dalam Aliansi umat Peduli Situs Mbah Sunan Bonang, ” Hari ini kita menyampaikan aspirasi atau unek – unek kita menyampaikan hati kita sekitaran 8 bulan, dari berubahnya situs komplek Mbah sunan Bonang kita bertanya tanya siapa yg merusak situs cagar budaya Mbah sunan mbonang, siapa yg mengganti nisan – nisan lama, lanjut orasi Ainun Naim.
Dalam aksi damai kali ini juga menyampaikan pernyataan sikap dari berbagai elemen umat tersebut di antaranya : PWI LS, FKPP Tuban, PGN ( Patriot Garuda Nusantara ) JHS ( Jamaah Hidayatus Sholihin ), JUPCB ( Jaringan Umat Peduli Cagar budaya), Tiban Suruan,YPI At tafsir, Jamah Tahlil, Pemuda Anti korupsi Tuban dan Bojonegoro, yang tergabung dalam Aliansi Umat Peduli Situs Mbah Mbonang ) yang di tujukan Kapolres Tuban dan Kapolda Jatim. Di Antara pokok permasalahan:
- Dugaan Pelanggaran UU ITE penyebaran berita bohong ke publik.
- Dugaan perusakan cagar budaya Kompleks Sunan Bonang di duga ada pembongkaran, penggantian nisan dan pemakaman baru di area makam sunan Bonang di duga di lakukan Habib Husein Ba’ghil.
- Indikasi penanganan kasus jauh dari transparan.
- Keterlibatan pihak terkait.
- Pengaburan sejarah
Ketua koordinator aksi dan perwakilan di terima Wakapolres Tuban untuk audiensi dan dialog dalam dialog Wakapolres Tuban Kompol Achmad Robial ,SE, SIK,MH menegaskan beperapa poin penting di antaranya:
- Polres Tuban Tidak ada keperpihakan dengan pihak manapun.
- Laporkan secara hukum jika ada unsur pelanggaran dan bukti.
- Di tegaskan bahwa Habib Husein Ba’aghil bukan penasehat polres Tuban.
Dialog tersebut berakhir dengan penyerahan Pernyataan Sikap dari Aliansi umat yang di wakili KH.Ansori kepada Wakapolres Tuban, (Arf)