
Tuban, Liramediarevolusi.com Jumat, 1 Mei 2026 Hari Mey Day adalah momentum bersejarah Hari Buruh Internasional di mana ada tragedi berdarah di Chicago California terjadi unjuk rasa buruh menyuarakan tuntutan 8 jam kerja, 8 jam istirahat dan 8 jam untuk kita di mana terjadi penembakan brutal aparat Kepolisian korban nyawa melayang.
Ribuan buruh di Tuban yang tergabung dalam FSPMI ( Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ) sebelum melakukan aksi damainya di depan kantor Bupati Tuban melakukan Lonch Marc konvoi sepeda motor mulai dari Lapangan Desa temandang merakurak sampai depan Kantor Bupati Tuban.
Dalam aksinya ribuan buruh tersebut di pimpin ketua korlapnya Duraji yang juga Ketua konsulat cabang FSPMI Kabupaten Tuban menyampaikan orasi beperapa tuntutan “ Pertama segera mengesahkan UU Ketenagakerjaan yang berpihak pada buruh, penghapusan outsourcing, dan kedua penolakan upah murah,”
Selain itu juga jaminan layanan kesehatan bagi pekerja. agar jaminan pelayanan kesehatan tetap diberikan kepada peserta PPU dan tidak dibebankan sepenuhnya kepada pekerja ” .
Selain itu ada juga tuntutan lokal, mendorong optimalisasi fasilitas publik dan layanan dasar bagi masyarakat, termasuk rumah singgah dan sektor kesehatan. ” Serta layanan kesehatan gratis yang mudah diakses serta optimalisasi rumah singgah dengan fasilitas dan tenaga yang memadai,” lanjut orasi duraji.
Tak hanya itu, FSPMI juga mengusulkan afirmasi kuota pendidikan bagi anak buruh serta meminta pemerintah daerah lebih tegas dalam pengawasan ketenagakerjaan.
“Harus ada perhatian khusus untuk afirmasi kuota pendidikan bagi anak buruh,” tegasnya.
Beperapa perwakilan yang tergabung FSPMI di terima Bupati Tuban yang sebutan akrabnya Mas Bupati Aditya Halindra Fariski,Se untuk melakukan audiensi.
Aksi damai tersebut di kawal ketat ratusan personel Samapta Polres Tuban.( Arifin)