
TUBAN. – Liramediarevolusi.comRatusan guru PAUD non-PNS di Kabupaten Tuban sampai Agustus 2026 belum menerima insentif bulanan. Hak sebesar Rp300 ribu per bulan itu disebut telah menunggak sejak Januari 2026, atau selama 8 bulan.
Keterlambatan pencairan ini langsung disorot Ketua umum Lembaga Swadaya Masyarakat BMW Matnan Arifin Ia mendesak Pemerintah Kabupaten dan DPRD Tuban segera turun tangan.
“Sebagus apa pun program pembangunan, fondasi negara akan roboh jika sektor pendidikan tidak tertata,” tegas Matenan, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurutnya, ” guru adalah fondasi pendidikan. Menunda hak mereka sama dengan menciptakan ketidakpastian bagi para pendidik usia dini “.
“Delapan bulan bukan sekadar angka. Ini menyangkut penghargaan terhadap pengabdian para pendidik,” lanjut Matnan.
Ia meminta Pemkab dan DPRD Tuban mencari solusi konkret agar insentif segera dicairkan. Jika tidak, kesejahteraan guru PAUD akan terus dikorbankan demi program besar lainnya.
Menurut Bu Siti bukan nama sebenarnya salah seorang Guru Paud di wilayah Kecamatan Soko Di konfirmasi awakmedia ini membenarkan perihal tersebut ” betul mas kita selama 8 bulan Belum menerima insentif mulai Bulan januari hingga Agustus 2026,
Kita dan Ratusan Guru paud non pns mengajar dengan hati tapi insentif Rp 300.000, per bulan total Rp. 2,4 Juta per orang, yang di janjikan Pemerintah belum juga di cairkan, ungkap Bu Siti.
Awakmedia berusaha konfirmasi ke Dinas terkait akan tetapi hingga berita ini terbit belum ada tanggapan. ( Arf)