
Gresik – Gelaran karnaval dengan iringan sound horeg kembali menuai keluhan dari warga Kelampok Benjeng Bukan karena keberadaan sound system dalam karnaval, warga menyoroti durasi penggunaan suara berintensitas tinggi yang dinilai semakin tidak terkendali.Minggu 06/09/2027
Keluhan tersebut disampaikan sejumlah warga melalui media Lira Mereka mengaku terganggu karena suara dari karnaval masih terdengar hingga pukul 03.00, 04.00, bahkan mendekati waktu subuh.
Konten kreator , Salah satu warga Benjeng Gresik yang enggan di sebut namanya , mengatakan dirinya bukan pihak yang membenci sound horeg. Bahkan, dia mengaku pernah mengikuti kegiatan yang menggunakan sound system tersebut. Namun, menurutnya, persoalan muncul ketika penggunaan sound horeg berlangsung hingga larut malam dan mengganggu waktu istirahat warga.
“Saya bukan membenci suara horeg. Saya dulu juga ikut son-sonan horeg Saya istirahat biasa. Cuma sekarang sampai dini hari, jam empat, setengah lima, itu sudah ngawur,” katanya


Menurut Warga yang enggan meyebut namanya , kondisi tersebut berbeda dengan pelaksanaan karnaval pada tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan pengalamannya saat mengikuti atau mendokumentasikan karnaval sekitar 2017 hingga 2019, penggunaan sound system umumnya masih berlangsung dalam batas waktu yang menurutnya lebih wajar.
“Di tahun-tahun sebelumnya itu normal. Hari ini jam 23.00-00.00, mentok setengah satu, itu masih normal. Sekarang ini tambah ngawur,” imbuhnya
Gangguan tersebut, lanjut Warga yang enggan menyebut nama nya , bahkan membuatnya memilih meninggalkan Gresik selama karnaval dengan sound horeg.
“Makanya saya mengungsi di luar kota. Karena di Benjeng , di Kabupaten Gresik , lagi pada ada karnavalan suara horeg,” tambah Warga enggan di sebut nama nya
Ia menyebut keluhan serupa juga banyak disampaikan masyarakat Benjeng melalui media Lira. Warga, menurutnya, tidak sedikit yang mengunggah keluhan karena aktivitas karnaval dengan suara keras berlangsung hingga dini hari.
“Orang-orang pada sambat, hari-hari di story sambat, di Threads juga sambat. Bukannya saya membenci sound horeg, tetapi kalau sampai jam segitu, jam empat, jam lima, itu sudah mengganggu,” tegas warga Benjeng .
Keluhan serupa disampaikan warga Kelampok Benjeng Gresik ,iwak Nama samaran Ia mengaku pernah mengalami langsung dampak karnaval dengan sound horeg yang melintas di depan rumahnya.
Saat karnaval berlangsung dan suara sound system terdengar keras di sekitar tempat tinggalnya, iwak bersama keluarganya memilih meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih tenang dan menginap di hotel.
“Kalau karnaval lewat depan rumah dengan sound horeg, kami sekeluarga memilih pergi dan menginap di hotel karena terganggu dengan suaranya,” ungkap iwak
Tak hanya persoalan suara, juga menyoroti kondisi lingkungan setelah karnaval selesai. Ketika kembali ke rumah, ia mendapati sejumlah sampah masih tersisa di sekitar lokasi yang dilalui peserta karnaval.
Menurutnya, warga sebenarnya tidak mempersoalkan kegiatan hiburan masyarakat selama pelaksanaannya tetap memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar. Namun, penggunaan sound dengan volume tinggi hingga dini hari perlu menjadi perhatian, terutama karena masyarakat juga membutuhkan waktu untuk beristirahat.tandasnya (Agus)